This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 04 Januari 2018

Aku dan Jilbab Pemberian Ibu

Aku dan Jilbab dari Ibu
Ibu sudah lama berpulang. Ini tahun keduabelas tanpanya. Ketidakhadiran Beliau di sisiku, membuatku selalu dirundung rindu. Bila kupandang foto ibu, perlahan air bening mengalir di kedua mataku. Kenangan bersamanya membayang di angan. Kebersamaan singkat yang akan selalu terukir di istana kenangan.
Aku masih ingat kebiasaan Ibu setiap pergi ke luar kota. Entah itu menemani nenek, kakek, atau mengunjungi saudara. Ketika pulang ke rumah, Ibu selalu membawa oleh-oleh. Aku selalu menanti buah tangan dari Ibu. Apap pun yang Ibu bawa, aku suka.
Kemiskinan dan keterbatasan uang membuat Ibu tidak punya pilihan lain. Oleh-oleh Ibu terkadang hanya berupa makanan ringan seplastik kecil, tetapi kuterima dengan gembira.Kupeluk Ibu dengan suka cita. Setelah sekian hari berpisah, aku pun melepas bisa melepas kangen dengan Ibu.
Ibu bagiku adalah sosok istimewa. Di tengah keterbatasan yang Beliau miliki, aku, kakak, dan adik  tetap menjadi fokus utama. Kala itu aku sudah memakai jilbab, karena aku sekolah di pondok pesantren Ali Maksum Krapyak Yogyakarta. Setiap hari kupakai jilbab untuk aktivitas di luar komplek N(asrama yang kutinggali). Ibu hanya menjenguk sebulan sekali. Beliau mengantar uang bulanan untuk bayaran sekolah dan pondok.
Aku masih ingat Ibu baru saja pulang mengikuti Ziarah Wali Sanga di Jawa Timur. Aku yang masih sekolah di pondok tidak bisa ikut. Ketika pulang dari ziarah, Ibu langsung datang ke pondok. Beliau membawa jilbab biru, warna kesukaanku. Aku sangat senang dengan pemberiannya. Aku seperti mendapat durian runtuh. Saat itu jilbab adalah barang mewah, karena untuk membelinya aku membutuhkan waktu untuk menabung.
Jilbab dari Ibu selalu kupakai. Aku sering menciuminya. Kurasakan bau Ibu menguar di jilbab. Bila kupegang jilbab itu, kulihat usaha Ibu untuk membelinya.  Ibu pasti puasa dan menahan hasrat belanjanya. Selain jilbab seragam sekolah, aku tidak punya jilbab lain. Untuk bergaya terkadang aku pinjam jilbab milik teman.
Jilbab pemberian Ibu memang sudah pudar warnanya, karena dimakan usia. Perjuangan Ibu pun membayang. Ibu begitu bahagia ketika bisa membelikan jilbab untukku. Senyum Ibu masih terlihat di mataku. Aku tidak pernah melihat Ibu sebahagia itu.
Ibu selalu mendukung prosesku berjilbab. Beliau tetap mendukung dan mendampingiku hingga aku lulus dari pondok pesantren. Saat ini aku masih memakai jilbab dan tidak ada niat untuk melepaskannya. Jilbab dari Ibu pun terkadang masih kupakai, ketika rindu sangat menggelora  di dada.
Dari Ibu aku belajar banyak, termasuk ketika aku harus mempertahankan jilbab di dunia kerja. Berkali-kali aku gagal mendapatkan pekerjaan karena jilbab yang kupakai. Ketika kusampaikan kepada Ibu, Beliau menghibur, menyemangati, dan mendoakanku. Ibu tetap yakin dengan doanya kalau aku akan mendapatkan pekerjaan tanpa melepas jilbab.
Doa Ibu terjawab, ketika aku mendapatkan pekerjaan di kota Tangerang. Alhamdulillah, tanpa melepas jilbab, aku bisa bekerja dan berkarya. Terimakasih Ibu, karena doa dan dukungannya, aku bisa menjadi seperti sekarang.
Karawaci, 04 Januari 2018.


 #saliah#karenaibu#Kompetisiblogsaliha
Foto lamaku bersama Ibu dan teman-temanku. Ini saat Ibu masih hidup. Tahunnya lupa. 

Sabtu, 16 Desember 2017

Apakah Penulis harus Punya Laptop?

Sukses Nulis dan Bisnis:
Apakah penulis harus punya laptop?
Itu pertanyaan yang sampai ke saya. Jawaban saya tidak. Menulis bisa di mana saja dan memakai media apa saja.
Apalagi di zaman mileneal yang penuh dengam teknologi tingkat tinggi.
HP bisa menjadi salah satu alat untuk membantu menulis. Banyak penulis menggunakan HP untuk menulis ide dan bab novelnya.
Lalu bagaimana dengan ibu rumah tangga yang sedang mengurangi penggunaan HP untuk putra putrinya?
Kembali ke zaman dulu.
Saya bersyukur melewati berbagau zaman. Dari buku tulis hingga laptop.
1. Gunakan buku tulis untuk mencatat semua tulisan anda.
2. Usahakan tulisan anda rapi dan bisa dibaca.
3. Setelah semua tertulis, dibaca lagi.
4. Periksa kalimat yang tidak baku dan rancu
5. Bawa ke jasa pengetikan yang ada di warnet untuk mengetikkan tulisam kita.
Syukur kalau pasangan kita mau mengetikkan. 6. Tulisan kita pun jadi.
Tinggal bayar ongkos ketik
Masih bilang nulis harus pakai laptop?
Masih malas untuk mendokumentasikan kegiatan kita dal bentuk narasi

klik http://bit.ly/sapafuatuttaqwiyah untuk mengobrol dengan saya soal nulis dan bisnis.

#Menulis_dengan_hati
#Sukses_nulis_dan_bisnis
#Writing_is_simple
#Training_menulis_on_line_dan_off_line

Minggu, 15 Oktober 2017

Menumbuhkan Minat Baca di Sekolah Dasar

Tingkat melek huruf di Indonesia sangat tinggi, yakni 98,2%, berdasarkan data UNDP 2014. Artinya negara ini sudah melewati tahap literasi awal. Semua warga bisa membaca. Namun, minat baca di Indonesia masih sangat rendah. Terutama di kalangan anak-anak sebagai generasi awal yang akan membawa bangsa ini ke depan. Persoalan ini bila tidak diatasi sejak dini akan membawa bangsa ini terpuruk di titik nadir.
Literasi dini seharusnya sudah mulai dikenalkan di lingkungan rumah, sebagai titik awal perkembangan literasi. Dialog dengan menggunakan bahasa ibu akan memperkaya kosa kata anak yang menunjang program literasi. Banyak orang tua yang tidak mau menggunakan bahasa ibu ketika mengobrol dengan anaknya. Padahal banyak bahasa daerah yang belum masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI).
Perilaku orang tua yang sudah mengenalkan gadget sejak dini juga membuat anak malas membaca. Anak lebih asyik main game baik on line maupun off line. Akibatnya anak lebih cepat menyerap bahasa kasar dan umpatan yang terdapat dalam aplikasi game.
Gerakan literasi nasional bergulir karena keprihatinan pemerintah dalam hal ini diwakili Departemen Pendidikan dan Kebudayaan akan kondisi literasi bangsa yang berada di titik bawah. Negara kita kalah dengan negara tetangga yang minat bacanya lebih tinggi dari Indonesia. Kemampuan anak-anak Indonesia juga belum menyerap kosa kata baru dengan maksimal.
Membaca dalam kBBI artinya  melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis(dengan melisankan atau hanya di hati), mengeja atau melafalkan apa yag tertulis, mengucapkan, mengetahui, meramalkan, memahami. Dari pengertian di KBBI aktivitas membaca  tidak hanya mengucapkan secara lisan, namun bisa dimaknai memahami. Persoalan yang terjadi di lapangan adalah anak bisa membaca, namun tidak tahu artinya. Ini Pekerjaan Rumah bagi semua orang yang peduli dengan nasib bangsa ke depan.
Minat baca seharusnya mulai diajarkan di rumah. Orangtua harus mulai membacakan cerita sejak anak masih bayi. Karena di sana ada banyak kosa kata yang bisa diajarkan kepada anak. Idealnya setiap hari seorang anak menerima kosa kata baru 5 dengan pengertiannya. Sudahkah itu dilakukan oleh orangtua? Sayangnya banyak orangtua belum melakukan hal tersebut karena sibuk.
Program literasi untuk SD
Program literasi untuk SD adalah literasi dasar yakni, baca, menyimak, dan menuliskan kembali cerita. Untuk menyukseskan program ini pemerintah menggulirkan program 15 menit membaca buku sebelum masuk Kegiatan Belajar Mengajar. Buku yang dibaca adalah selain buku pelajaran(Permendikbud No.23 Tahun 2015).
1.      Program 15 menit membaca
Apa yang bisa dilakukan selama 15 menit? Banyak hal bisa dilakukan. Untuk kelas bawah 1-3 adalah mendengarkan cerita. Setiap anak suka cerita. Apalagi kalau disampaikan dengan tehnik yang bagus. Anak akan ingat ingat tokoh dalam cerita tersebut. Seyogyanya guru kelas bawah menguasai tehnik bercerita. Bila perlu saat bercerita, guru melibatkan muridnya untuk menjadi tokoh dalam cerita tersebut. Kesan awal melihat dan mendengarkan cerita akan membuat anak tertarik untuk membaca buku.
Untuk kelas atas(4-6) sudah mulai meningkat tahapannya. Mereka diminta untuk menuliskan kembali cerita tersebut. Bisa menggunakan metode fish bone AIH( alasan tertarik cerita tersebut, Isi buku, dan Hikmah).
2.      Buku bacaan yang sesuai
Program membaca akan berjalan bila ada buku yang dibaca. Seyogyanya setiap SD mempunyai koleksi buku bacaan yang beragam. Dana Bantuan Operasional Sekolah(BOS) bisa dimanfaatkan untuk membeli buku bacaan. Terutama untuk SD yang jangkauan jauh dari ibukota negara. Koleksi bacaan yang beragam akan membuat anak mau membaca. Usahakan buku bacaan yang tersedia sesuai dengan tahap perkembangan motorik peserta didik.
Selain membeli, sekolah juga bisa mengunduh buku bacaan yang ada di website kemendikbud. Di sana banyak buku cerita yang bisa diunduh dan dicetak sesuai kebutuhan. Bahkan ada buku yang sudah dibagi untuk literasi SD, SMP, dan SMA. Bisa klik http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ditkt/2017/08/17/buku-seri-pengenalan-budaya-nusantara-2016/. Isi website ini tentang cerita budaya nusantara.


3.      Pengaturan dan pemeliharaan buku bacaan
Dari awal buku bacaan tersedia, perlu diberitahukan kepada murid, bahwa koleksi tersebut adalah milik sekolah. Sehingga bila pinjam, koleksi tersebut harus dijaga tidak boleh rusak/hilang. Zaman dulu setiap buku pelajaran yang dipinjam dari sekolah selalu ada tulisan di cover buku bagian belakang. Buku ini milik sekolah, harap untuk menjaganya karena tahun depan adik kelasmu akan menggunakannya. Saat ini sepertinya hal ini bisa dilakukan kembali.
4.      Pojok buku di kelas
Setiap kelas sebaiknya mempunyai pojok buku. Setiap anak bisa membawa buku bacaan dari rumah. Bisa juga buku bacaan diambil dari koleksi perpustakaan. Pojok buku ini untuk menyediakan buku bacaan yang bisa dibaca setiap saat oleh siswa.
Sebelum diletakkan di pojok baca, sebaiknya guru memfilter buku bacaan terlebih dulu. Terkadang ada bahasa yang belum sesuai dengan tahap perkembangan motoric dan psikologis murid.
5.      Mengadakan acara membaca secara berjamaah
Semua murid dikumpulkan di aula. Kegiatan ini bisa dilakukan sebulan sekali. Guru, penjaga sekolah, satpam, pegawai kantin, dan komite sekolah bisa dilibatkan ke dalam kegiatan tersebut.
Semua yang hadir di acara tersebut diwajibkan untuk membaca. Seluruh peserta membawa buku dari rumah atau mengambil dari perpustakaan. Dalam waktu 15-30 menit membaca satu buku.
6.      Lomba Membaca Buku Terbanyak
Pustakawan sekolah mengadakan lomba peminjam buku terbanyak dan pengunjung terbanyak. Untuk Lomba Membaca Buku Terbanyak, anak diminta menuliskan semua buku yang telah dibacanya.
Untuk pengunjung perpustakaan terbanyak berdasarkan rekapan data dari pustakwan. Lomba ini berlaku untuk guru dan murid. Akan menjadi tantangan tersendiri bagi guru maupun murid.
7.      Mendokumentasikan karya peserta didik
Setiap kegiatan literasi di sekolah diarsipkan. Ketika ada kegiatan Peringatan Hari Besar Nasional, anak diminta menulis materi dalam kegiatan tersebut. Tidak hanya Peringatan Hari Besar, kegiatan wisata, kemping, kunjungan ke museum, dll bisa dikumpulkan dalam bentuk buku.
Kegiatan review buku untuk kelas atas, juga bisa disimpan dalam satu map besar, kemudian dijilid. Sehingga semua dokumentasi sekolah tertata rapi.
Semua tugas yang ada dokumen tertulisnya, bisa dibukukan. Ini yang kemarin disarankan dalam kegiatan Seminar Literasi November 2016.
8.      Membuat poster, majalah dinding, dan pojok karya
Kegiatan literasi juga bisa berupa menulis poster, memajang karya di pojok karya, dan membuat majalah dinding yang menampung karya murid. Setiap kegiatan ini harus ada satu guru yang membimbing.
9.      Melibatkan semua stakeholder sekolah dalam setiap kegiatan literasi.
Kegiatan literasi di SD bukanlah tanggungjawab guru Bahasa Indonesia dan kepala sekolah saja. Namun, semua pihak terlibat dengan porsi masing-masing. Karena kegiatan apa pun bila sendirian tidka akan berhasil. Sebuah kegiatan akan berhasil, bila dilakukan oleh semua orang secara bersama-sama.
Akhirnya cita-cita agar anak SD bisa memahami bacaan bukanlah impian semata. Saat ini program yang sudah berjalan di Depok dengan program West Java Leader’s Reading Challenge(WJLRC). Sebuah program dari pemerintah provinsi Jawa Barata untuk menantang para guru dan murid untuk membaca dan menulis selama 10 bulan. Program ini berakhir Juli 2017.

Artikel ini diikutkan dalam Lomba Penulisan Artikel Ilmiah Sekolah Dasar 2017. 

Selasa, 22 Agustus 2017

Berkurban Itu Mudah

Berkurban itu Mudah
Oleh Fuatuttaqwiyah El-Adiba
Kurban  dalam KBBI artinya adalah persembahan kepada Allah( seperti biri-biri, sapi, unta yang disembelih pada hari Lebaran Haji). Kurban sendiri berasal dari kata bahasa Arab qurban yang artinya dekat. Dalam Islam, kurban dimaknai sebagai binatang sembelihan seperti unta, sapi, dan kambing yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari tasyriq.
Kurban bagi saya adalah amalan yang istimewa. Amal yang berhubungan dengan fisik dan hati. Fisik dimaknai sebagai usaha dalam mengumpulkan uang untuk berkurban. Apa pun jenis usaha. Sedangkan hati adalah keikhlasan dalam mengeluarkan uang dalam jumlah banyak untuk berkurban. Keduanya mempunyai kesulitan yang berbeda.
Usaha mengumpulkan uang bagi yang papa merupakan hal yang berat. Apalagi dengan kebutuhan hidup yang harganya meroket tajam. Tentu lebih memilih untuk tidak berkurban.
Berkaca dari pengalaman kurban pertama saya, tidak ada kesulitan bila sudah ada niat yang kuat. Saya berkurban pertama kali tahun 2005. Dari awal bekerja saya sudah niatkan diri untuk berkurban setiap tahun. Namun, kondisi keuangan saya saat itu tidak memungkinkan untuk berkurban. Gaji saya masih sangat sedikit. Hanya bisa memenuhi kebutuhan harian. Bila pun ada lebih, saya lebih suka menabungnya.
Keinginan untuk berkurban begitu kuatnya. Setiap hari sepertinya ada yang membisiki telinga saya agar mau berkurban. Padahal uang tabungan saya masih jauh untukberkurban. Bulan Ramadhan tahun 2005 saya sempat tertipu. Nominal uangnya sangat besar. Saat itu saya menangis. Mungkin ini peringatan dari Allah agar saya mengingat janji. Bismillah, di akhir Ramadhan saya pun berdoa kepada Allah meminta rezeki yang banyak agar bisa berkurban.
Lebaran Idul Fitri saya sengaja tidak pulang. Gaji, THR, dan bonus saya kumpulkan. Saya menahan diri untuk tidak jajan dan membeli baju. Semua pengeluaran saya minimalisir.
Tekad yang kuat dan usaha yang maksimal akhirnya membuahkan hasil. Senyum mengembang di bibir saya ketika bisa berkurban pertama. Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah. Cita-cita saya tercapai.
Tahun-tahun berikutnya, saya dipermudah untuk berkurban. Saya selalu bilang yang pertama sulit, selanjutnya pasti dimudahkan. Praktis dari tahun 2005- sekarang saya hanya sekali absen tahun 2013, ketika jadi pengangguran.
Berkurban kembali ke persepsi kita. Saya selalu memotivasi diri sendiri. Berkurban itu tidak sebanding dengan nikmat Allah yang sudah diberikan sepanjang tahun. Saya bisa bekerja, sehat, dikelilingi teman yang sevisi misi, dan didukung oleh keluarga itu adalah anugerah tida terkira. Masihkah dengan nikmat yang begitu besar saya enggan untuk berkurban?
Beberapa kali saya berbincang dengan teman yang masih enggan untuk berkurban. Padahal gajinya jauh di atas saya. Alasannya belum mampu. Saya hanya bisa mengelus dada. Karena setiap orang punya kadar kemampuan yang berbeda.
Alhamdulillah, saya mempunyai keluarga yang saling mengingatkan untuk berkurban setiap tahun. Mereka bahkan menyuruh saya menabung tiap bulan agar bisa berkurban. Dan itu saya lakukan. Setiap gajian saya langsung memasukkan uang ke rekening khusus amal. Pemisahan rekening ini biar tidak bercampur dengan uang pribadi.
Rasa enggan itu pasti ada di setiap jiwa. Namun, percayalah balasan Allah itu nyata adanya. Alhamdulillah dengan gaji yang sekarang, tahun 2017 saya bisa berkurban. Kali ini seperti tahun sebelumnya, saya putuskan berkurban di daerah terpencil Kota Waingapu, Nusa Tenggara Timur. Sebuah kampung mual



af yang belum pernah mendapatkan daging kurban.
Berkurban harus direncanakan. Apalagi bagi yang penghasilannya pas-pasan. Bila tahun ini belum bisa berkurban, maka segera membuat perencanaan agar tahun depan bisa berkurban. Dan jangan ditunda-tunda. Ajal bisa datang kapan saja. Bila sudah seperti itu hanya penyesalan yang ada. So, ayo berkurban.
Bila ingin tahu seperti apa usaha saya untuk berkurban setiap tahun bisa berbincang lewat inbox. Insya Allah akan saya jawab.

Karawaci, 23 Agustus 2017

Rabu, 21 Juni 2017

Menjadi Guru yang Produktif dan Kreatif dengan Asus E220

   

Guru profesional adalah dambaan setiap guru. Profesional berarti  nyaman dan tenang dalam menjalankan profesinya. Apalagi ditunjang dengan alat yang akan membantu pekerjaannya menjadi lebih ringan.
      Seperti kita ketahui, guru di zaman sekarang dituntut untuk menguasai teknologi dengan cepat agar selalu up to date  dan tidak ketinggalan dari peserta didiknya. Minimal seorang guru mempunyai notebook untuk mengerjakan tugas-tugas administrasi Kurikulum 2013.
     Guru generasi lama( guru yang sudah berusia tua dan sebantar lagi pensiun) membawa notebook menjadi persoalan tersendiri. Punggung yang sudah mulai menua, membuat sebagian guru malas membawa notebook. Alasannya berat. Belum lagi ketidaktahuan pengoperasian notebook tersebut.

      Banyak alasan mengapa para guru malas membeli notebook. Apalagi bagi guru yang sebentar lagi pensiun. Padahal, di era sekarang, penguasaan teknologi diperlukan agar guru bisa lebih kreatif dan produktif membuat media pembelajaran, melalui fitur-fitur yang tersedia di notebook


                                                                      Asus E220

     Asus, sebagai salah satu pembuat notebook mencoba menjembatani kebutuhan para guru tersebut. Bukan hal aneh bila seorang guru memilih tidak memiliki notebook dengan alasan mahal. Asus E202 dijual  dengan harga yang ramah di kantong. Kisaran 3 jutaan. Harga ini cocok dengan para guru yang gajinya masih kecil. 


                                                                       Nyaman

      Salah satu kelebihan  Asus E220 adalah ringan yakni 1,25 kg. Perangkat ini memiliki dimensi 29.7 x19.4 x2.14cm. Bodinya lebih kecil dari kertas A4. Bentuknya yang minimalis cocok dibawa ke mana pun. Bahkan guru yang sudah tua pun tidak akan keberatan.

 Warna

     Tidak hanya guru tua yang bisa menikmati kemudahan Asus E220. Guru muda yang baru mengajar pun bisa menggunakan Asus E220. Warna yang dipilih pun sangat ekspresif. Setiap guru bisaa memilih 4 varian yang mencerminkan kepribadian pemiliknya. Bagi yang suka dengan warna yang cerah bisa pilih Silk White dan Thunder Blue.  Kedua warna ini lebih lembut dan mengekspresikan pribadi yang tenang dan ramah. Warna Red Rouge cocok bagi pribadi yang dinamis, penuh semangat, dan optimis dalam memaknai hidup. Pilihan warna terakhir adalah Dark Blue, ini khusus yang nggak mau repot dan tidak ingin notebooknya cepat kotor.

                                                                    Baterai tahan lama

       Mempunyai notebook dengan baterai yang tahan lama adalah impian semua orang. Biasanya notebook itu hanya bertahan 3-5 jam saja. Namun, Asus E220 ini baterainya tahan hingga 8 jam. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan penggunaan prosesor Intel Celeron generasi ke-5(Braswell) yang hanya mengonsumsi daya sebesar 6 watt saja sehingga baterai tidak tidak cepat terkuras. Selain itu, berkat penggunaan tingkat daya yang sedikit membuat notebook ini dapat mengusung desain tanpa kipas akibat panas yang dihasilkan tidak terlalu tinggi. Dengan baterai 8 jam, seorang guru tidak perlu berulang kali mengisi baterai dan membawa kabel pengisi baterai ke ruang kelas. Cukup mengisi baterai sekali hingga penuh, tahan seharian di sekolah.

                                                                              Charger kecil

     Untuk mengimbangi mobilitas seorang guru yang harus mengajar di beberapa kelas, Asus E220 memiliki charger yang lebih mini. Panjangnya tidak lebih besar dari kartu kredit yakni 53 mm. Ringan dan kecil membuat penggunanya semakin senang dan dimanjakan.

                                                                             Kapasitas memori

    Untuk menyimpan dokumen, Asus E220 menawarkan memori dengan kapasitas 500 GB. Kapasitas memori yang besar ini, membuat guru tidak perlu lagi memindahkan file yang telah diunduhnya. Baik dokumen berupa file, foto maupun video yang membutuhkan memori sangat besar. Video pembelajaran dan foto-foto kegiatan bisa langsung disimpan di notebook ini.

                                                                        Konektivitas jaringan

       Asus E220 menggunakan teknologi nirkabel 802.11ac dan Bluetooth 4.0. Kelebihannya notebook ini dapat memiliki transmisi kecepatan data yang tinggi hingga mencapai 1300 Mbps. Angka yang sangat fantastis. Sehingga dalam mengunduh file tidak memerlukan waktu yang lama. Terlebih untuk file yang memeiliki memori sangat besar. Film dan video dengan cepat bisa diunduh. Sehingga bila harus on line di kelas, sepanjang jaringan tersedia, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.

Teknologi terbaru

     Asus E220 memiliki USB 3.1 Type-C yang memiliki bentuk simetris sehingga mudah digunakan. Tipe USB ini bisa mentransmisikan data dengan kecepatan 5Gbps sehingga pemindahan berjalan lebih cepat. Fitur ini menjadikan E220 menjadi notebook 11,6 inci pertama di dunia yang menggunakan teknologi USB 3.1 Type-C di dalamnya. Kelebihan dari USB ini adalah dapat dicolok dengan berbagai colokan reversible setiap saatnya dan kecepatan transfernya lebih cepat 11x dibandingkan USB 2.0. 

                                                                Intuitive touch experience

     E 220 memiliki touchpad yang sangat responsif seperti smart phone. Tingkat akurasinya sangat tinggi. Ukurannya 36% lebih besar dibandingkan touchpad pada notebook sejenis. Selain itu perangkat ini memiliki touchpad yang bisa dipakai selayaknya layar sentuh.

                                                                    Fanless design

     Desain yang sangat tipis dan fanless membuat Asus E 220 memiliki suara bising yang sangat rendah. Bisa digunakan di ruang perpustakaan atau kelas yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Tingkat kebisingan yang rendah juga memungkinkan guru mengunduh file dan dokumen semalaman.

                                           Vivid colors with Asus Splendid Technology

Tehnologi Asus dengan sistem vivid membuat akurasi warna lebih optimal, sehingga hasilnya pun lebih baik. Tampilan di layar pun menjadi lebih baik pada saat menonton video dan film.
Dengan berbagai kelebihan tersebut di atas, maka sangat cocok bila Asus E 220 membuat guru lebih kreatif dan produktif. Sehingga Kurikulum 2013 pun bisa diimplementasikan secara maksimal.

Karawaci, 21 Juni 2017
Tulisan ini untuk lomba
Blog Competition Asus E220 by uniekkaswarganti.com. http://www.uniekkaswarganti.com/
#E202BlogCompetition


Jumat, 14 April 2017

Minyeuk Pret Brand Lokal yang Mendunia

Minyeuk Pret, Brand Lokal yang Mendunia

Oleh Fuatuttaqwiyah El-Adiba

     Aceh, memulangkanku kepada aroma kopi yang berpadu dengan rempah-rempah. Salah satu kekhasan yang selalu kurindu. Tanah rencong itu membuatku selalu ingin ke sana. Mencicipi kopi yang ada di kedai-kedai sepanjang jalan di propinsi paling barat Indonesia.

     Bertahun tinggal di Aceh, takkan mudah melupakan eksotisme Bungong Jeumpa, yang harumnya tiada tara. Bunga yang diabadikan dalam sebuah lagu yang terkenal “Bungong Jeumpa.” Kecintaan masyarakat Aceh terhadap kekhasan daerahnya membuat merekan enggan meninggalkan Aceh.

     Minyeuk Pret(minyak semprot) adalah salah satu cara menjaga tradisi Aceh agar tidak mudah punah. Adalah Doni, salah seorang pemuda Aceh, penggagas brand Minyeuk Pret www.minyeukpret.com. Brand ini bukanlah main-main. Dimulai dari perbincangan Doni di salah satu kedai kopi di Banda Aceh pada Desember 2014. Ia pun terpikir untuk membuat barang khas Aceh yang melibatkan masyarakat Aceh. Aroma Aceh sangat terasa dari tiga varian Minyeuk Pret ini.

      Doni melihat bahan baku pembuatan yang melimpah ruah di Aceh. Minyak Nilam sebagai bahan baku pembuatan parfum adalah minyak terbaik di dunia. Sejak puluhan tahun lalu, minyak asal Aceh ini sudah diekspor ke manca negara. Apalagi minyak ini tidak bisa dibuat yang sintesis( menyerupai). Alhasil Doni pun berhasil mengangkat produk lokal hingga ke internasional.

     Sejak diresmikan pada tanggal 1 April 2015, produksi Minyeuk Pret ini tidak pernah berhenti. Produk ini pun laris manis di pasaran. Untuk produk lokal yang mendunia ini dipatok dengan harga Rp. 110.000,00. Ukuran yang tersedia pun relatif kecil yakni 30 ml. Botol yang bening dan mungil, membuat siapapun bisa mudah membawanya. Dan aman dibawa ke luar negeri karena kurang dari 100 ml(batas cairan yang boleh dibawa di dalam pesawat ke luar negeri).
      
    Saat ini ada tiga varian Minyeuk Pret. Ada aroma coffe yang mewakili semangat heroik berbalutkan maskulinitas, kemapanan seorang pria modern,  dan aroma seduhan kopi murni tanah aceh pada tingkat ketenangan tinggi. Yang kedua aroma Seulanga(bunga khas Aceh) yang mewakili ekstotisme, kesegaran abad pertengahan, keanggunan, refreshing your sensuality, kelembutan,  dan kecerian seksualitas.  Aroma terakhir adalah Meulu(lembut, feminism, fresh, semangat) yang mewakili  kesucian aroma Meulu, mengalunkan sensasi deburan ombak senja hari,  feminism mewah, memikat, mempesona,  dan nuansa putih elegan.

     Keistimewaan Minyeuk Pret adalah sekali semprot, aromanya tahan sampai berjam-jam. Jadi sangat irit cocok untuk yang kantongnya sedikit. Selain itu minyak ini tidak mengandung alkohol. Karenanya aman digunakan untuk salat bagi yang muslim.

      Produk Minyeuk Pret ini pun sudah dijual bebas. Bila datang ke Aceh, bisa mengunjungi pusat pembuatannya di Jalan Wedana no.104 Lam Ara Keutapang Dua kec. Banda Raya kota Banda Aceh atau di toko-toko souvenir di sekitar Banda Aceh seperti di Library Gift Shop Unsyiah, Pustaka Souvenir Peunayong, Citra Souvenir Lampineung, Chantiq Souvenir Batoh, dan Dekrasnas Kota Banda Aceh.
      Minyeuk Pret ini sudah diekspor ke 11 negara yaitu: Malaysia, Taiwan, Inggris, Thailand, amerika, turki, Dubai, Bangladesh, Jepang, China, Arab. Untuk lokal pemasarannya sudah sampai Medan,  Jakarta, Kaltim, Makasar, dan Surabaya. Dengan pemasaran yang semakin kreatif, Minyeuk Pret akan menjadi kebanggaan masyarakat Aceh dan semakin dikenal di seluruh dunia.


        Bila berkunjung ke Aceh, jangan lupa membeli Minyeuk Pret untuk oleh-oleh. Karena bila bukan kita siapa lagi yang peduli brand sendiri? #minyeukpret#produkunggulanaceh
Tulisan ini diikutkan dalam Lomba blog dengan tema "Minyeuk Pret Produk Unggulan Aceh".

Sumber















Rabu, 30 April 2014

Menikmati Ragam Mie Aceh

Menikmati Ragam Mie Di Aceh
Oleh Fuatuttaqwiyah El- Adiba
     Mie bagi masyarakat Aceh adalah penganan atau snack. Seperti halnya masyarakat di daerah lain, nasi masih menjadi makanan pokok. Di Aceh penjual mie bertebaran sepanjang jalan Banda Aceh- Medan.
     Mie yang ditawarkan pun beragam. Dari mie Aceh hingga mie caluk. Tinggal di daerah Aceh untuk masa yang lama membuat penulis terbiasa menyantap mie sebagai snack atau pengganjal perut sementara.
    Umumnya penjual di Aceh baru buka menjelang siang sekitar jam sepuluh pagi. Masyarakat Aceh terbiasa memulai aktivitas agak siang dibandingkan daerah lain. Sehingga tidak usah heran bila toko dan kedai makanan baru buka di atas jam sembilan pagi.
    Kedai mie akan tutup pada jam salat Maghrib. Di Aceh, ada qanun(semacam undang-undang) yang mewajibkan seluruh toko tutup ketika azan Maghrib berkumandang dan baru bisa buka setelah salat selesai dilaksanakan.
    Pengunjung kedai paling banyak ketika jam lima hingga jam enam sore. Pasar Calue salah satu pasar yang hanya ramai di sore hari. Pedagang dan pembeli tumpah ruah bertransaksi. Pasar kecil ini menjadi rujukan bagi masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhannya.
    Ragam mie di Aceh
     Mie yang ada di Aceh dikenal dengan metode penyajian atau cara masaknya. Mie kocok berarti cara pembuatannya dikocok. Mie ini berasal dari Bandung. Untuk di jalan Banda Aceh–Medan, mie kocok yang paling enak di Grukoh, Bireuen. Mienya berbeda dari yang lain baik rasa maupun penyajiannya.
    Mie Aceh yang terkenal di Banda Aceh adalah mie Razali. Bumbu mie Acehlah yang membuatnya berbeda dengan yang lain. Mie Aceh adalah mie yang berasal dari tepung tapioka. Warna merah dan kecoklatan membuat mie terasa nikmat disantap ketika sore hari sambil menikmati pemandangan jalanan yang penuh dengan lalu lalang kendaraan.
     Mie yang lain dari daerah lain adalah mie caluek. Mie yang berbumbu kacang ditabur. Bumbunya hampir seperti pecal. Rasanya agak manis. Mie caluk bisa dimakan dengan mienya saja atau dicampur dengan pecal. Di daerah Aceh memang ada mie yang dijual dengan pecalnya. Pilihan tergantung selera pembeli.
    Jenis mie lain adalah mie arang. Sebutan ini karena cara masaknya menggunakan arang. Bisa mie goreng atau mie rebus.
    Beberapa kedai mie di Aceh dilengkapi dengan fasilitas wifi. Hal ini jelas membuat para pengunjung betah dan enggan pergi. Para pedagang di Aceh sangat ramah. Bila sudah kenal baik, kita terkadang diajak mengobrol dan bercerita. Orang Aceh sangat senang dengan duduk di kedai mie atau kopi. Mereka bisa berjam- jam menghabiskan waktunya di sana. Khususnya bagi kaum laki-laki.
     Terkadang di kedai mie, bisa untuk meeting dengan klien atau sekadar menikmati berdua dengan pasangan. Beberapa kali penulis melihat pasangan suami isteri menikmati mie dengan bahagianya. Ada juga yang sekadar duduk sambil menulis atau menggali inspirasi.
     Orang Aceh pada dasarnya sangat ramah dengan pendatang. Hanya diperlukan pendekatan yang sopan dan tidak menyinggung harga diri mereka.
    Harga mie di Aceh dari mulai Rp.3000- 5000. Bila di Banda Aceh harganya di atas itu. Apabila dicampur dengan kepiting harganya berkisar Rp.15.000- Rp.20.000.
    Tertarik untuk mencoba? Silakan datang ke Aceh. Dan rasakan sensasi mienya!(FT)

 Ini mie kocok Aceh. Enak bila dinikmati saat masih panas. Campurannya telur rebus yang sudah dipotong.
 Mie caluk lengkap dengan pecalnya.
Mie Aceh